Mengenal Komponen Perangkat Keras (Hardware) Komputer

Komputer merupakan kumpulan atau rangkaian beberapa  perangkat keras, atau yang biasa kita kenal dengan sebutan Hardware, nah untuk mengetahui apa saja sih komponen perangkat keras komputer (hardware) ini, simak ulasan berikut : 

MOTHERBOAR / MAINBOARD (PAPAN INDUK)



Ada yang menyebut Motherboard atau mainboard, yang dalam bahasa Indonesia : Papan Induk adalah papan sirkuit dimana papan ini merupakan tempat berbagai komponen eletronik (ex : dioda, elco, transistor, chip dll) yang saling terhubung pada PCB atau macintosh. 

Pada motherboard inilah semua komponen perangkat keras lain (Hardware) menempel, bersatu, bekerja sama sehhingga menjadi komputer atau PC. 




Bagian-bagian dari Motherboard (papan induk)
Sebuah motherboard biasanya terdiri dari beberapa bagian / komponen untuk merekatnya komponen perangkat keras (hardware) lain sehingga menjadi sebuah komputer, antara lain

  1. Slot / socket Prosesor, saat ini sudah ada beberapa tipe slot / socket prosessor, saat ini terdapat beberapa jenis  prosessor yang umum beredar dipasaran, mulai dari Intel, AMD, ARM, IBM, dll. untuk mengetahui apa saja jenis jenis prosesor silahkan klik disini.
  2. Slot RAM, saat ini perkembangan RAM untuk perangkat komputer sudah makin pesat, untuk mengetahui jenis jenis RAM PC silahkan klik disini
  3. Slot PCI, perkembangan perangkat keras saat ini juga sudah sangat pesat, terbukti saat ini saja sudah ada beberapa tipe PCI pada motherboard.
  4. Slot IDE or SATA, slot untuk menempatkan komponen perangkat membaca atau menulis, seperti Harddisk dan Optical Drive
  5. Konektor Power, slot ini berfungsi untuk menyambungkan motherboard dengan power suplly agar mendapat arus listrik, ada beberapa tipe slot atau konektor power, simak disini.
  6. Port USB, Port PS2, Port Serial, Port Video RJ-45 Port (Network), port - port ini merupakan perangkat yang berfungsi untuk Input dan Output pada PC atau Komputer. 
  7. Audio Port (Line In, Out, Microphone), port ini merupakan port yang berfungsi untuk mengeluarkan dan menerima sinyal berupa audio yang terhubung melalui jack Line in, Line Out, atau microphone, terkadang motherboard mempunyai lubang jack 3 sampai 6 jack. tergantung dari tipe dan merk motherboar. 
  8. Baterai CMOS,  Bus Controller, BIOS. 


PROCESSOR
 
Komponen ini merupakan komponen inti dari rangkaian komputer, komponen ini berfungsi sebagai otak dari suatu perangkat komputer / PC, komponen ini merupakan komponen yang berupa ICprosesor berfungsi untuk mengontrol dari semua jalannya sistem komputerSaat ini seiring perkembangan teknologi komputer yang luar biasa cepatnya, jenis jenis prosesor yang banyak dan beredar dipasaran, merupakan perkembangan dari teknologi prosesor dari masa ke masa.
Processor mempunyai peranan penting    diantaranya
  1. ALU (Aricmatics Logical Unit), : Komponen Ini berfungsi untuk melakukan semua perhitungan yang berhubungan dengna aritmatika atau matematika yang sesuai dengna perintah program 
  2. CU (Control Unit) digunakan untuk mengatur lalu lintas data yang berupa inputan dan data yang beruapa outputan. 
  3. MU (Memory Unit) digunakan sebagai alat penyimpanan kecil dan memiliki kecepatan akses yang cukup tinggi.   

Untuk mengetahui jenis jenis processor yang ada dan yang pernah ada silahkan klik disini.  


RAM (RANDOM ACCESS MEMORY) 
 
Random Access Memory, dalam bahasa Indoensia Memori Akses Acak, dimana komponen ini merupakan tipe penyimpanan yang isinya dapat diakses dengan cepat, meliputi sistem operasi, program aplikasi dan data yang sedang digunakan agar dapat dengan cepat digapai oleh processor. 

Isitilah RAM dapat diartikan atau biasa disebut memori yang menyimpan data yang sering digunakan untuk mempercepat pengambilannya oleh komputer, semakin banyak atau besar kapasitas dari RAM yang dipasangkan di komputer, semakin cepat atau semakin besar kapasitas komputer untuk memproses file dan program yang berukuran besar. 

Untuk mengetajui jenis jenis RAM yang ada dan pernah ada silahkan klik disini.


HARD DISK DRIVE (HDD)
Hard Disk Drive (HDD) adalah media penyimpanan utama pada unit komputer, HDD memiliki desain yang lebih kompleks dan dapat melakukan kecepatan akses yang lebih tinggi.


HDD terdiri dari piringan (Platter) kaca alumunium. piringan kaca ini tak lentur ini biasa disebut disk (cakram). media ini berfungsi untuk melakukan kegiatan baca/tulis yang digunakan untuk mengakses file atau data baik itu sistem operasi, data, gambar, dll. 

Hard disk drive ini bekerja dengan cara bagian piringan crakram berputar pada kecepatan tinggi sementara head drive mengakses media untuk melakukan operasi baca atau tulis. 


VIDEO GRAPHIC ADAPTER
 
Video Graphic Adapter (VGA), terdapat dua tipe, yang pertama yang built-in atau onboard yaitu yang menempel pada komponen Motherboard, dan yang kedua VGA yang offboard yaitu VGA yang terpisah dari komponen Motheboard dan akan diletakkan di slot AGP atau saat ini slot PCI-EX. 

VGA ini berungfungsi untuk menampilkan resolusi gambar yang akan ditampilkan di Monitor (Layar) semakin tinggi resolusi dari VGA tersebut, maka semakin tinggi dan tajam resolusi berupa pixel yang akan ditampilkan di monitor.  VGA mempunyai slot output untuk beberapa tipe monitor, yaitu slot VGA, Slot DVI, dan Slot HDMI. 



POWER SUPPLY UNIT (PSU)

Power Supply Unit (PSU) adalah komponen  yang berfungsi untuk mengalirkan arus listrik menuju perangkat keras komputer, sehingga masing masing komponen ini dapat berfungsi karena adanya arus llistrik. 

Tiap - tiap komponen komputer mempunyai perbedaan dalam arus listrik, motherboard mempunyai 24 Pin yang merupkan soket arus listrik yang terdiri dari beberapa Voltage, mulai dari 3,3. 5 sampai 12 Volt.

Kemudian HDD juga mempunyai slot arus listrik tersendiri. bahkan untuk beberapa VGA yang high end juga mempunyai slot arus listrik tersendiri. masing masing kabel dari power supply dibedakan oleh warna dan tiap tiap warna mempunyai daya listrik berbeda beda. 

Untuk mengetahui lebih jauh tentang Power Supply Unit (PSU) ini dibahas disini.   

Mengenal Sejarah Perkembangan dan Jenis RAM (Memory)

Sejarah Perkembangan RAM (Random Access Memory) 

RAM merupakan singkatan dari Random Access Memory. RAM merupakan sebuah tipe penyimpanan komputer yang isinya dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan letak data tersebut dalam memori. Ini tentu berlawanan dengan alat memori urut seperti tape magnetic, disk dan drum, dimana gerakan mekanikal dari media penyimpanan memaksa komputer untuk mengakses data secara berurutan.

Random access memory, RAM adalah sebuah tipe penyimpanan komputer yang isinya dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan letak data tersebut dalam memori. Ini berlawanan dengan alat memori urut, seperti tape magnetik, disk dan drum, di mana gerakan mekanikal dari media penyimpanan memaksa komputer untuk mengakses data secara berurutan.
 
Memori adalah perangkat yang berfungsi mengolah data dan instruksi. Semaki besar memori yang disediakan, maka semakin banyak data maupun instruksi yang dapat diolah.
Beberapa jenis memori adalah :

gambar : SDRAM





Komponen ini pertama kali hadir pada tahun 60’an. Saat itu memori semikonduktor belum terlalu populer mengingat harganya yang sangat mahal. Saat itu lebih lazim menggunakan memori utama magnetic. Intel selaku perusahaan semikonduktor memului debutnya dengan memproduksi RAM dengan jenis DRAM. Perkembangan RAM pun berlanjut dengan cukup cepat. Perkembangan ini terjadi untuk menyesuaikan dengan CPU yang juga berkembang.

TAHUN 60'an
RAM ditemukan oleh Robert Dennar dan diproduksi secara besar-besaran oleh intel pada tahun 1968, jauh sebelum PC ditemukan oleh IBM pada tahun 1981. Dari sinilah perkembangan RAM bermula. Pada awal diciptakannya, RAM membutuhkan tegangan 5.0 Volt untuk dapat berjalan pada frekuensi 4,77 MHz, dengan waktu akses memori (access time) sekitar 200ns (1ns = 10-9 detik)


Tahun 70'an 
Pada tahun 1970, IBM menciptakan sebuah memori yang dinamakan DRAM. DRAM mempunyai frekunsi kerja yang bervariasi antara 4,77 MHz hingga 40 Mhz. 

gambar : DRAM


Tahun 80'an 
Sekitar tahun 1987, FPM DRAM (Fast Page Mode DRAM) ditemukan. Memori jenis ini langsung mendominasi pasar memori, dan pada saat itu orang sering kali menyebut memori jenis ini dengna sebutan DRAM saja, tanpa menyebut nama FPM. memori jenis ini bekerja layaknya sebuah indeks atau daftar isi. Arti page itu sendiri merupakan bagian dari memori yang terdapat pada sebuah row address. 


gambar : FPM RAM

Tahun 90'an
Pada tahun 1995, diciptakan memori jenis EDO DRAM, yang merupakan penyempurnaan dari Jenis FPM DRAM. memori EDO DRAM dapat mempersingkat read cyle-nya sehingga dapat meningkatkan kinerjanya sekitar 20 % dibandingkan dengan FPM DRAM.  memori jenis EDO DRAM mempunyai access time yang cukup bervariasi, yaitu sekitar 70ns hingga 50ns yang berkerja pada frekuensi 33MHz hingga 75 MHz. walaupun EDO merupakan penyempurnaan dari FPM DRAM, namun ternyata kedua jenis memori ini FPM DRAM dan EDO DRAM tidak bisa dipasang secara bersamaan. dikarenakan kedua jenis memori berbeda kemampuan. 
gambar : EDO DRAM 


Pada peralihan tahun 1996-1997, Kingston menciptakan sebuah modul memori dimana dapat bekerja pada kecepatan (frekuensi) bus yang sama / sinkron dengan frekuensi yang bekerja pada prosessor. Itulah sebabnya mengapa Kingston menamakan memori jenis ini sebagai Synchronous Dynamic Random Access Memory (SDRAM). SDRAM ini kemudian lebih dikenal sebagai PC66 karena bekerja pada frekuensi bus 66MHz. Berbeda dengan jenis memori sebelumnya yang membutuhkan tegangan kerja yang lumayan tinggi, SDRAM hanya membutuhkan tegangan sebesar 3,3 volt dan mempunyai access time sebesar 10ns.

Selang kurun waktu setahun setelah PC66 diproduksi dan digunakan secara masal, Intel membuat standar baru jenis memori yang merupakan pengembangan dari memori PC66. Standar baru ini diciptakan oleh Intel untuk mengimbangi sistem chipset i440BX dengan sistem Slot 1 yang juga diciptakan Intel. Chipset ini didesain untuk dapat bekerja pada frekuensi bus sebesar 100MHz. Chipset ini sekaligus dikembangkan oleh Intel untuk dipasangkan dengan prosessor terbaru Intel Pentium II yang bekerja pada bus 100MHz. Karena bus sistem bekerja pada frekuensi 100MHz sementara Intel tetap menginginkan untuk menggunakan sistem memori SDRAM, maka dikembangkanlah memori SDRAM yang dapat bekerja pada frekuensi bus 100MHz. Seperti pendahulunya PC66, memori SDRAM ini kemudian dikenal dengan sebutan PC100.



gambar : SDRAM

Pada tahun 1999, Rambus menciptakan sebuah sistem memori dengan arsitektur baru dan revolusioner, berbeda sama sekali dengan arsitektur memori SDRAM.Oleh Rambus, memori ini dinamakan Direct Rambus Dynamic Random Access Memory. Dengan hanya menggunakan tegangan sebesar 2,5 volt, RDRAM yang bekerja pada sistem bus 800MHz melalui sistem bus yang disebut dengan Direct Rambus Channel, mampu mengalirkan data sebesar 1,6GB/detiknya! (1GB = 1000MB).  Rambus juga mengembangkan sebuah jenis memori lainnya dgn kemampuan yang sama dengan DRDRAM. Perbedaannya hanya terletak pada tegangan kerja yang dibutuhkan. Jika DRDRAM membutuhkan tegangan sebesar 2,5 volt, maka RDRAM PC800 bekerja pada tegangan 3,3 volt. Nasib memori RDRAM ini hampir sama dengan DRDRAM, kurang diminati, jika tidak dimanfaatkan oleh Intel.

Intel yang telah berhasil menciptakan sebuah prosessor berkecepatan sangat tinggi membutuhkan sebuah sistem memori yang mampu mengimbanginya & bekerja sama dengan baik. Memori jenis SDRAM sudah tidak sepadan lagi. Intel membutuhkan yang lebih dari itu.  Selain dikembangkannya memori RDRAM PC800 pada tahun 1999, memori SDRAM belumlah ditinggalkan begitu saja, bahkan oleh Viking, malah semakin ditingkatkan kemampuannya. Sesuai dengan namanya, memori SDRAM PC133 ini bekerja pada bus berfrekuensi 133MHz dengan access time sebesar 7,5ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,06GB per detiknya. Walaupun PC133 dikembangkan untuk bekerja pada frekuensi bus 133MHz, namun memori ini juga mampu berjalan pada frekuensi bus 100MHz walaupun tdk sebaik kemampuan yang dimiliki oleh PC100 pada frekuensi tersebut.

Perkembangan memori SDRAM semakin menjadi jadi setelah Mushkin, pada tahun 2000 berhasil mengembangkan chip memori yang mampu bekerja pada frekuensi bus 150MHz, walaupun sebenarnya belum ada standar resmi mengenai frekunsi bus sistem atau chipset sebesar ini. Masih dengan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC150 mempunyai access time sebesar 7ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,28GB per detiknya. Memori ini sengaja diciptakan untuk keperluan overclocker, namun pengguna aplikasi game dan grafis 3 dimensi, desktop publishing, serta komputer server dapat mengambil keuntungan dengan adanya memori PC150.

Masih di tahun 2000, Crucial berhasil mengembangkan kemampuan memori SDRAM menjadi dua kali lipat. Jika pd SDRAM biasa hanya mampu menjalankan instruksi sekali setiap satu clock cycle frekuensi bus, maka DDR SDRAM mampu menjalankan dua instruksi dalam waktu yang sama. Teknik yang digunakan adalah dengan menggunakan secara penuh satu gelombang frekuensi. Jika pada SDRAM biasa hanya melakukan instruksi pada gelombang positif saja, maka DDR SDRAM menjalankan instruksi baik pada gelombang positif maupun gelombang negatif. Oleh karena dari itu memori ini dinamakan DDR SDRAM yang merupakan kependekan dari Double Data Rate Synchronous Dynamic Random Access Memory.

Pada 1999 dua perusahaan besar microprocessor INTEL dan AMD bersaing ketat dalam meningkatkan kecepatan clock pada CPU. Namun menemui hambatan, karena ketika meningkatkan memory bus ke 133 Mhz kebutuhan Memory (RAM) akan lebih besar. Dan untuk menyelesaikan masalah ini maka dibuatlah DDR RAM(double data rate transfer) yang awalnya dipakai pada kartu grafis, karena sekarang anda bisa menggunakan hanya 32 MB untuk mendapatkan kemampuan 64 MB. AMD adalah perusahaan pertama yang menggunakan DDR RAM pada motherboardnya.

Ketika memori jenis DDR (Double Data Rate) dirasakan mulai melambat dengan semakin cepatnya kinerja prosesor dan prosesor grafik, kehadiran memori DDR2 merupakan kemajuan logis dalam teknologi memori mengacu pada penambahan kecepatan serta antisipasi semakin lebarnya jalur akses segitiga prosesor, memori, dan antarmuka grafik yg hadir dgn kecepatan komputasi yang berlipat ganda.

Perbedaan pokok antara DDR dan DDR2 adalah pada kecepatan data serta peningkatan latency mencapai dua kali lipat. Perubahan ini memang dimaksudkan untuk menghasilkan kecepatan secara maksimum dalam sebuah lingkungan komputasi yang semakin cepat, baik di sisi prosesor maupun grafik. Selain itu, kebutuhan voltase DDR2 juga menurun. Kalau pada DDR kebutuhan voltase tercatat 2,5 Volt, pada DDR2 kebutuhan ini hanya mencapai 1,8 Volt.



RAM DDR3 ini memiliki kebutuhan daya yang berkurang sekitar 16% dibandingkan dengan DDR2. Hal tersebut disebabkan karena DDR3 sudah menggunakan teknologi 90 nm sehingga konsumsi daya yang diperlukan hanya 1.5v, lebih sedikit jika dibandingkan dengan DDR2 1.8v dan DDR 2.5v. Secara teori, kecepatan yang dimiliki oleh RAM ini memang cukup memukau. Ia mampu mentransfer data dengan clock efektif sebesar 800-1600 MHz. Pada clock 400-800 MHz, jauh lebih tinggi dibandingkan DDR2 sebesar 400-1066 MHz (200- 533 MHz) dan DDR sebesar 200-600 MHz (100-300 MHz). Prototipe dari DDR3 yang memiliki 240 pin.
 


 Gambar : DDR 3
 

SEKILAS TENTANG DDR4

DDR4 yang dirilis pada 2014 merupakan kelanjutan dari DDR3 per keping RAM DDR4 mampu mencapai kapasitas 16GB. Tegangannya adalah 1.2V. Kecepatan transfer berkisar 2133-4266 MHz. Slot pin untuk komputer desktop adalah 288 pin. DDR4 dimulai dari 2133Mhz. Kecepatan tersebut adalah batas tertinggi dari DDR3.  DDR4 mungkin diteruskan sampai 3200Mhz. Chip DDR4 memiliki kerapatan lebih besar, mencapai 16Gb atau 2Gb perchip. 2 kali lebih banyak kapasitas RAM dibanding DDR3. Kedepan, DDR4 RAM dapat dimulai dari memory 16GB permodule, dan terbesar dapat mencapai 64GB untuk kelas server computer atau kelas performa PC.



dikutip dari berbagai sumber

Popular Posts